Senin, Januari 16, 2012

jogjakarta

wuih....setelah kepanasan di semarang..kami memtuskan untuk melancong ke jogjakarta. kota yang eling disegani akan kebudayaan dan lain-lainnya.

kami naik bus dari semarang menuju jogjakarta, terik matahari berasa banget di dalam bus, apalagi bus yang kami tumpangi berjalan pelan-pelan. beda banget dengan bus yang beroperasi di jawa timur.
perjalanan semarang jogjakarta memakan waktu 4 jam.
akhirnya kami tiba di jogjakarta, kami tiba di perempatan yang besar yang jaraknya ke pusat kota jogja memakan waktu 3jam dengan jalan kaki. kami beristirahat di sebuah stasiun pengisian bahan bakar untuk mandi dan ganti baju. setelah itu kami melanjutkan jalan kaki kami ke stasiun lempuyengan untuk membeli tiket kereta api. maklum takut kehabisan tiket.
akhirnya setelah perjalanan panjang kami tiba di stasiun lempuyengan. lelah bukan main. jalan selama 4jam tanpa istirahat yang cukup. 
akhirnya tiket sudah di tangan, dan saat berkeliling kota jogjakarta pada malam hari. tujuan pertama kami ialah warung makan murah...karena sudah kelaparan dan membutuhkan istirahat yang cukup. kami memutuskan untuk ke Malioboro. sepanjang jalan malioboro gak ada makanan yang menarik hati. semua makanan harganya lumayan tinggi. cukup untuk menguras kantong.
kami masuk ke gang-gang yang berada di sepanjang malioboro, ketemu juga nasi goreng abang-abang.
porsinya banyak dan harganya murah, pas dengan kantong dan sangat pas untuk perut yang sangat lapar dan lelah.
makan sangat lahap ditemani dengan teh 1L...begitu nikmat malam ini. setelah makan kami ke benteng vredeburg...benteng di jalan malioboro..banyak anak-anak muda yang berkumpul disini untuk berakhir pekan. dari yang kira-kira masih SD sampai mahasiswa. semua pada duduk di depan benteng ini.

kami pun mengabadikan moment muka kami yang lelah sekali..setelah puas kami berjalan ke kraton untuk mencari tempat tongkrongan yang nyaman....kami menemukan angkringan yang menyediakan tikar yang lebar. kami beristirahat disana dan menunggu kemana kami ini tidur. karena kami butuh tempat tidur yang nyaman dan bisa tidur panjang tanpa ada gangguan dari nyamuk-nyamuk.
harapan muncul juga. saya mempunyai teman koki hebat di jogja. dan berharap mendapat tumpangan tidur.
ternyata dia masih kerja, dan aru pulang jam 12 malam. masih lama, karena jam masih menunjukkan jam 07.00 pm.
kami leyeh-leyeh dan menikmati malam. akhirnya kami nyerah juga. kami mencari hotel yang tarifnya dibawah Rp. 80.000.-
keliling-keliling belum dapat juga. harga pada naik semua karena ini malam akhir pekan. tanpa pikir panjang lagi kami ke restoran cepat saji lagi. dan berharap ada tempat duduk yang empuk. dan menunggu kabar dari temanku. setelah beberapa jam menunggu temanku memberi kabar bahwa dia pulang 30 menit lagi.
akhirnya temanku muncul juga batang hidungnya, dengan kepala botaknya. dia bernama Bekti Prasetyo.
tanpa pikir panjang kami mengiyakan tawaran dia untuk tidur di rumahnya.
taksi kami panggil, untuk meluncur ke rumahnya. ada kasur di depan tv nya....tapi sebelum tidur kami disajikan ekspreso manis, yang dia racik dari tempat kerjanya. nikmat....tidak beberapa lama kami tidur dengan nyenyak.....
hari itu hari minggu, bangun jam 08.00am. aroma kopi menyambut pagi ini.
ngopi di teras rumah yang sejuk dengan sebatang rokok, menambah nikmat pagi ini. pegal-pegal di pundak dan kaki sudah agak berkurang.
sarapan dan kembali melancong. dari rumah teman saya kami menaiki bus micro. penuh sesak itu rasanya. saya berdiri pas di pintu depan pas pintu masuk bus ini. sedangkan amin dan komang berdiri di pintu belakang. berasa jadi seorang kenek. tangan pegal lagi karena harus berpegangan di atap kabin bus micro.
akhirnya sampai juga di maliboro. tapi itu bukan tujuan kami. tujuan kali ini keraton dan menyaksikan tari.
di keraton kami masuk tanpa ada tiket ditangan. karena keraton lagi banyak pengunjung dan lagi kami masuk bersamaan dengan rombongan wisata sebuah perusahaan. hematlah uang saku kami.
keliling ke keraton, capek juga. keluar keraton dan dilanjut melihat tari-tarian di belakang keraton.
penarinya cantik dan yang menonton juga banyak.
setelah puas kami akhirnya meluncur ke stasiun lempuyengan. tapi sebelum itu kami mencari warung dulu. tapi dengan kepercayaan dirinya si amin jadi penunjuk arah karena di tangannya ada peta.
tapi sayang, kami belum bertemu dengan warung yang bisa di singgahi.
lapar, letih dan lemas pun sudah campur aduk jadi satu.  sampai pula di jalan yang menuju ke lempuyengan. disana ada sebuah restoran besar yang bertuliskan murah meriah. kami singgah disana dan berharap makanan murah.
tetapi.......kami hanya memsan es degan. karena itu yang di anggap murah. hahahahahaaha...
setelah dahaga luntur, kami langsung ke lempuyengan untuk menunggu kereta sesuai dengan tiket kami.
kereta datang dan surabaya menanti........dan helllo Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar