Kamis, Oktober 13, 2011

SEMERU - Road To Kalimati

sinar matahari belum muncul....ternyata waktu masih menunjukkan 00.13 am.
tapi hawa dingin di ranu kumbolo sangat terasa di kantong tidur ku. aku melihat ternyata ada orang duduk di dalam tenda ku. padahal aku tidur, di sampingku ada bos nendy. setelah aku liat samping ku, ternyata bos nendy yang duduk itu, dia menghilangkan rasa dingin dengan cara duduk.
saya coba membangunkan badan dan ngbrol ma si bos. obrolan itu berujung dengan kesimpulan untuk membuat kolak kacang ijo.

saya dan bos nendy mempersiapkan peralatan serta bahan untuk membuat kolak kacang ijo, yang seharusnya kacang ijonya direndam dengan air dulu, tapi kami berdua langsung memasukkan kacang ijo ke air mendidih, karena saya dekat dengan kompor, hawa dingin itu perlahan-lahan mulai tidak berasa di tubuhku, setelah 90menit memasak kacang ijo, akhirnya kacang ijo sudah siap disantap. saya sebagai orang yang memasak, menikmati hangatnya kolak kacang ijo, kemudian bos nendy yang menyantap kolak tersebut.
kemudian kami memanggil teman-teman apa ada yang sudah ada bangun, ternyata mas saji sudah bangun. kami menawarkan kepadanya kolak kacang ijo. dia menikmati kolak tersebut diluar tenda, sambil menikmati bulan yang yang akan hilang cahayanya di ranu kumbolo. setelah aku menawarkan kolak tersebut, aku melanjutkan tidur. ternyata semakin mendekati pagi, hawa ranu kumbolo semakin dingin.
hal itu membuatku kurang nyaman untuk tidur. setelah melihat jam, jam menunjukkan pukul 3.30 am. mau keluar tenda untuk menemani mas saji dan bos nendy, terasa agak malas, karena dingin. setelah jam 4.30 am, sinar matahari mulai muncul, tetapi hembusan angin di ranu kumbolo masih dingin. akupun keluar tenda dan mulai menghangatkan kolak tadi yang saya buat dengan bos nendy. satu persatu teman kami mulai bangun, dan yang paling terakhir bangun ialah mas candra. maklum dia tidak tahan dingin. hahahaha
bos nendy mulai menawarkan kolak tersebut kepada teman-teman, kemudian ia mengambil wudhu dan dilanjutkan untuk sholat. setelah pukul 5.45 am, terdapat suara bising dari telepon seluler. padahal di sana tidak ada sinyal, dan ternyata suara alarm yang bernada irama japan. cukup lucu karena kejadian itu. selidik-selidik alarm itu berasal dari telepon seluler milik mas nuri, dia sengaja tidak mematikan alarm, karena alarm itu lucu dan bisa membuat teman-teman tertawa.
matahari pun mulai nampak dengan sinar hangatnya. team kami mulai berjemur karena hawa dingin tadi shubuh, meski matahari mulai napak, ternyata hembusan angin di ranu kumbolo masih dingin. jam 7.30 am, kami mulai berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke ranu kumbolo. setelah selesai berkemas, kami mulai memandang sebuah tanjakan, keliatannya tanjakan itu landai. tanjakan itu mempunyai mitos, kalau melalui tanjakan itu tanpa menoleh ke belakang serta tidak berhenti saat mealaluinya, cinta yang ia harapkan akan abadi. namanya TANJAKAN CINTA.
sebelum melalui tanjakan itu terdapat beberapa prasasti yang menginformasikan, orang yang meninggal di daerah ranu kumbolo. jam 09.00 am satu persatu dari tim kami melalui tanjakan itu, dari tim kami, yang pertama berada di puncak tanjakan cinta adalah mbak yulia, kemudian saya dilanjutkan mas nendy dan mas candra. karena kami sampai duluan, kami bisa beristirahat di puncak tanjakan cinta. mas saji, mas nuri, dan mas irwan masih berada di setengah pejalanan tanjakan itu. mereka membantu mbak nuraini untuk melalui tanjakan itu, karena mbak nuraini kelelahan. tanjakan cinta kalau dilihat dari jauh kelihatan landai, tetapi kenyataan tanjakan itu cukup menguras tenaga.
setelah semua tiba di puncak tanjakan cinta kami mulai meneruskan perjalanan, nampak tanah lapang yang sangat luas, serta ditumbuhi ilalang, padang savana tepatnya. kami mulai menuruni bukit dari tanjakan cinta, ada 2 jalur, jalur memutar di pinggiran bukit, serta ada jalur yang langsung turun ke padang savana. tim kami berpisah menjadi 2 : mas saji, mas nuri dan mas irwan menuruni bukit dengan jalur yang agak ccuram tetapi lebih singkat ke padang savana. kemudian bos nendy, mas candra, mbak yulia, mbak nuraini dan saya mengambil jalur memutar bukit.

akhirnya kami sampai di padang savana meski mbak nuraini udah cukup kelelahan kami tetap memberi semangat. cukup jauh melalui padang savana, kami tiba di pinggiran hutan. istirahat dulu, dan makan apel yang dibawa mas saji...apelnya begitu nikmat. mas saji selalu  membawa apel dalam setiap pendakiaannya. jam menunjukan 10.30 am. kami melanjutkan perjalanan untuk masuk hutan. 
bos nendy memutuskan jam 12.30 am untuk berhenti dan santap siang. tetapi karena rasa lapar sudah mulai muncul, jam 11.30 am kita berhenti untuk makan siang. ada kejadian yang menegangkan pada saat makan siang. saya tidak akan bercerita, karena akan membuat riskan beberapa pihak, tetapi kejadian itu akan sangat saya kenang..hahahhaaha.
setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan kembali, kemudian tim kami sampai di tempat dimana gunung semeru nampak cukup indah, tidak lupa kami mulai mengabadikan momen ini. akhirnya kami sampai di padang rumput yang luas, rumput yang kering tetapi dikelilingi hutan yang hijau. kami banyak tumbuhan edelweis inilah selter kalimati..
 kami membagi tugas, mas irwan dan mas candra bertugas mengambil air, saya mencari kayu bakar dan sisanya mendirikan tenda. saya berangkat dengan mas irwan dan mas candra. karena memang sejalur dengan tujuan kami. pemandangan cukup indah, karena untuk letak sumber air berada di jalur sungai yang mati dan dipenuhi pasir.
setelah air terkumpul dan kayu bakar juga sudah cukup untuk persediaan kami kembali ke tenda. membuat roti bakar. itulah yang ada di pikiranku. akhirnya roti bakar selesai dan di santap habis.

merencanakan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak gunung semeru, dan diputuskan untuk istirahat sore, karena kami harus melanjutkan perjalanan jam 1.00 am. beberapa dari tim kami sudah mulai masuk tenda setelah menikmati hangatnya minuman yang kami buat. tetapi saya tidak tidur di tenda, saya memutuskan tidur  diluar dengan beralaskan tikar yang ada alumunium foil. cukup hangat. ternyata saya berada diluar dengan kesunyian, di tempat ini juga ada 2 rombongan dari luar negeri. para porter menghangatkan diri dan turisnya juga istirahat sama dengan keadaan tim kami, untuk melanjutkan perjalanan ke Mahameru...
rasa ngantuk mulai menyerang saya...tidak lama kemudian...saya tertidur dengan kehangatan.
saya lanjutkan di posting berikutnya SEMERU - Road To Mahameru.
karena banyak cerita menarik ke Mahameru....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar